First Generation ( 1G, 1.5G )
First Generation ( 1G, 1.5G )
Teknologi 1G adalah teknologi nirkabel generasi pertama berupa telepon seluler (cellphone, ada pula yang menyebutnya mobile phone). Teknologi ini adalah standar untuk telepon seluler analog yang diperkenalkan sekitar 1980-an. Alat komunikasi pada generasi teknologi ini awalnya digunakan untuk kepentingan militer, namun dalam perkembangannya masyarakat umum yang menggunakan teknologi komunikasi ini.
Teknik komunikasi yang digunakan pada generasi ini adalah Frequency Division Multiple Access (FDMA). Teknik ini memungkinkan pembagian alokasi frekuensi pada suatu sel untuk digunakan setiap pelanggan yang ada di sel tersebut, maksudnya untuk setiap pelanggan saat sedang melakukan pembicaraan akan memiliki frekuensi sendiri yang berbeda dengan frekuensi pelanggan lain dalam sel yang sama. Prinsip ini sama dengan cara kerja setiap stasiun radio yang menyiarkan menggunakan frekuensi yang berbeda antara satu stasiun dengan stasiun yang lainnya). Sebagian dari beberapa standar telekomunikasi 1G meliputi :
NMT (Nordisk MobilTelefoni atau Nordic Mobile Telephony)
Adalah teknologi 1G yang berkembang sekitar tahun 1980-an yang masih masih beroperasi di 30 negara yang umumnya berada di Eropa. Teknologi ini terdiri dari NMT450 (Nordic Mobile Telephones/450) dikembangkan oleh Ericsson dan Nokia pada tahun 1981 yang beroperasi pada 450 MHz menggunakan sistem FDD (Frequency Division Duplex) berbasis FDMA. Kemudian NMT-F yang merupakan versi Perancis dari NMT900 diperkenalkan pada tahun 1986 yang beroperasi pada 900 MHz.
AMPS (Advanced Mobile Phone System) atau IS-136
Adalah teknologi 1G yang dikembangkan oleh Bell Labs sekitar tahun 1970-an, digunakan di Amerika Serikat dan tidak dipakai lagi sekitar tahun 2000. Teknologi ini menggunakan frekuensi 800 MHz Cellular FM band, cara kerja teknologi ini hampir sama dengan teknologi IMTS yang ada pada 0G.
CDPD (Cellular Digital Packet Data)
Adalah teknologi 1G yang diperkenalkan pada tahun 1992. Teknologi yang beroperasi pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz ini memberi kemampuan kepada teknologi D-AMPS/AMPS untuk komunikasi suara maupun data menggunakan kanal jaringan sampai kecepatan 19,2 Kbps. Sebagai data paket pada jaringan, teknologi ini dapat menjalankan aplikasi Internet Protocol (IP) dan juga bertindak sebagai ekstensi internet di mana pengguna dapat merasa online terus menerus. Kemudian pada Mei 2000 AT&T memperkenalkan layanan PocketNet yang merupakan aplikasi mobile internet HDML (mirip dengan WAP) menggunakan CDPD. Handset yang mendukung layanan ini kemudian diciptakan dengan kemampuan transfer data, suara, serta mobile internet. CDPD merupakan teknologi sampingan dari AMPS hanya untuk layanan data saja, namun tidak berkembang karena mahal dan gagal berkompetisi.
HICAP
TACS (Total Access Communications System) atau JTAC (Japanese Total Access Communications System)
C 450 atau C-Netz
TACS (Total Access Communications System) atau JTAC (Japanese Total Access Communications System)
C 450 atau C-Netz
Mobitex
DataTAC
Kelebihan dan Kekurangan Teknologi 1G, 1.5G
Kelebihan
-Melayani komunikasi suara dan data berukuran kecil
Kekurangan- Tidak dapat melayani komunikasi data dalam kecepatan tinggi dan besar
- Kapasitas trafik yang kecil
- Jumlah pelanggan yang dapat ditampung dalam satu sel sedikit
- Penggunaan spektrum frekuensi yang boros karena satu pengguna menggunakan satu buah kanal frekuensi
- Derau intemodulasi (suara tidak jernih)